Senin, 18 Januari 2016

PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS INTERNET



PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS INTERNET
MUH. FIRDAUS IMRAN
1.             System Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Internet
Sistem Pembelajaran PAI sudah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di mana setiap saat siswa bisa mengakses segala hal yang terkait dengan perencanaan, proses dan hasil pembelajarannya. Berkembangnya  metode pembelajaran sangat berperan penting terhadap kemajuan pola pembelajaran itu sendiri, terutama di bidang peningkatan mutu pendidikan pada anak. Dalam  hal ini adalah peningkatan mutu PAI, seiring berkembangnya media pembelajaran, dan juga evaluasi pendidikan yang terus menerus berkembang, pembelajaran PAI baik itu SD,SMP,SMA, dan SMK, nampaknya metode pembelajaran bersetandar PAKEM ((Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) harus mulai diterapkan, sehingga pola pikir peserta didik terhadap pembelajaran PAI utamanya yang lebih di tekankan disini mampu melahirkan minat anak dan jiwanya tergugah pada aktivitas pembelajaran yang berkembang pada satu pola yang maju dengan memanfaatkan fasilitas media pembelajaran berbasis internet , karna itu tenaga pendidik sebaga fasilitator harus mampu dan peka terhadap perkembangan dan perubahan paradigma di dunia pendidikan, dimana dalam hal ini peserta didik tidak lagi di posisikan sebagai objek, melainkan subjek dari pembelajaran itu sendiri.
Setiap  GPAI (Guru Pendidikan Agama Islam) harus bekerja semaksimal mungkin, termasuk memperbaiki proses pembelajaran PAI, melalui aplikasi dan pemanfaatan ICT. Perkembangan ICT yang begitu cepat, mendobrak tata nilai dan norma agama. Kondisi ini tentu tidak kita biarkan terjadi, kini terpulang bagi GPAI bersama stakeholder lain, mengantisipasi sisi negatif keberadaan ICT sekaligus mengambil mengambil aspek positif keberadannya.
Eksistensi ICT ditinjau dari sudut kebermanfaatannya, tergantung siapa yang menggunakan, untuk apa dan kemana dipakai, di samping tentu saja landasan motivasinya. Sejalan dengan itu, melalui ICT memberi wisdom lain, yaitu nilai (value) seseorang tergantung besar kecilnya manfaat untuk diri dan orang lain. Semakin banyak orang lain yang memperoleh manfaat atas keberadaannya, berarti orang itu semakin tinggi nilainya.

2.             Tujuan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Internet
Tujuan pengembanagan pendidikan Agama Islam berbasis Internet memiliki kompetensi dalam mengintegrasikan Internet dalam pembelajaran, sehingga mereka mampu memberikan arahan dan bimbingan terhadap pelaksanaan pembelajaran berbasis Internet yang dilakukan oleh guru. Untuk men-capai tujuan, dan di-harapkan memiliki karakteristik kemampuan sebagai berikut :
a.              Mampu menjelaskan konsep pengintegrasian TIK dalam pembelajaran;
b.             Mampu mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terintegrasi dalam pembelajaran;
c.              Mampu membuat media penyaji;
d.             Mampu membuat e-mail dan dapat mencari sumber belajar berbasis internet;
e.              Mampu menganalisis dan mengelola hasil penilaian berbasis Internet
f.              Mampu menjalankan media pembelajaran e-learning, yang memang arah pembelajaran melalui media internet sudah terarah.
Pembalajaran PAI saya rasa sudah berkembang seiring kemajuan teknologi baik software maupun hardware. Salah satu diantaranya pembelajaran ilmu tajwid dengan menggunakan al-quran elektronik yang mengarahkan terhadap kesederhanaan pembelajaran yang mudah dan efisien dalam materi yang disajikan, ataupun website yang ditanamkan dalam media internet seperti yang sedang berkembang pada saat ini adalah media pembelajaran menggunakan e-lraning, e-learning dipandang bisa dan sangat membantu dalam memajukan pembelajaran, tidak di PAI saja, tetapi e-learning juga mengembangkan learning procces dalam semua bidang.
1.        Pola Pembelajaran PAI Berbasis Internet
Pola yang di mungkinkan akan memotori berkembangnya dunia pendidikan di dunia, baik internet, media dll, terutama PAI yang dijadikan prioritas dalam hal ini.
Kriteria anak yang menggunakan pembelajaran e-learning di media website pun sangat berfariasi, seperti contoh e-learning menyediakan tugas berbentuk kuis (penyajian soal berbentuk PG dan gambar-gambar), forum (yang memungkinkan anak bertukar informasi dalam hal ini dibidang agama dalam sebuah ctatan-catatan yang terarah dan terawasi oleh guru sebagai pengawasnya di saat online) Chat (media diskusi chating yang memungkinkan anak bisa bertanya langsung bila guru tidak hadir di sekolah ataupun sebaliknya dalam hal ini diskusi materi agama islam ,dll), tugas ofline, tugas link blog ke website sekolah dll. dan inilah salah satu metode pembelajaran berbasis ICT.
Pada dasaranya hal yang terpenting adalah penyajian dari pendidik dalam mengkolaborasikan media dengan kurikulum yang ada, dan mengembangkannya lewat rpp, sehingga tercipta satu kesatuan yang tercipta dari landasan agama dan teknologi informasi, dengan hasil yang diharapkan Terkumpulnya pembelajaran yang terintegrasi dengan Internet sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan.

3.             PEMANFAATAN ICT DALAM PEMBELAJARAN PAI
Dunia ICT kini memberikan banyak pilihan kepada semua orang. Tak terkecuali Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI). Misalnya e-dukasinet/pembelajaran berbasis internet, penggunaan telematika, e-learning, blog, multimedia resources center, teknologi pembelajaran melalui komik, dan vidio conference.
Guru pendidikan Agama Islam memilih teknologi yang dikuasainya, banyak pilihan yang perlu dipilih. Namun, setiap pilihan membawa konsekuensi tersendiri, karena ia bertalian dengan sarana yang di sekolah, termasuk yang dimiliki sendiri oleh GPAI. Secara umum, jenis bahan ajar yang dapat dipilih adalah:
1)        Bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/maket
2)         Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.
3)        Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film.
4)         Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).
Memperhatiakan semua uraian tersebut, sekaligus mendasarkan TUPOKSI GPAI, maka perlu dirumuskan dalam pemanfaatan ICT menuju hasil pembelajaran PAI yang berkualitas. Hal ini perlu dilakukan, karena tanpa perencanaan, ikhtiar mendekatkan ICT kepada GPAI mengalami kendala yang tidak sedikit. Terkait dengan hal ini, GPAI tentu tidak sendirian dalam mendesain kegiatan ini, karena ini kerja besar dan berat untuk dilakukan.
Renstra ini difokuskan pada TUPOKSI GPAI terkait dengan pemanfaatan ICT, sekaligus segala ikhtiar yang dilakukan agar menggapai tujuan pembelajaran PAI yang berkualitas. Rentang waktu Renstra merujuk ke periode 5 tahun, maka Renstra ini pun mengikuti rentang waktu tersebut. Renstra ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.         Penyusunan Dan Pelaksanaan Instrumen Pembelajaran Pai (Silabus, Rpp, Modul Bahan Ajar, Sistem Penilaian Dan Analisis Instrumen Penilaian)
(1)      Tersusunnya semua perangkat pembelajaran mulai Silabus sampai Analisis Instrumen Penilaian yang sudah dientri melalui computer.
(2)      Tersedianya dan terlaksananya pembelajaran yang mengacu pada Bahan ajar pandang (visual) terdiri atas bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, dan non cetak (non printed), seperti model/maket.
(3)      Tersedianya dan terlaksananya pembelajaran yang mengacu pada Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio.Tersedianya dan terlaksananya pembelajaran yang mengacu pada Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film.
(4)      Tersedianya dan terlaksananya pembelajaran yang mengacu pada Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajaran interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials)
b.        Kegiatan Mentoring/Tutorial Sebaya. Ini Bagian Tugas Mentor
(1)      Mentor dibimbing oleh GPAI untuk menyusun silabi mentoring yang sudah dientri melalui computer Mentor dibimbing oleh GPAI untuk menyampaiakan materi mentoring dalam bentuk power point dan menti sudah diberi tugas tentang materi mentoring dari media cetak dan elektronik, termasuk melalui intenet
(2)      Mentor sudah mengambil inisatif sendiri untuk menyampaiakan materi mentoring berbasis Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film
(3)      Mentor sudah mengambil inisatif sendiri untuk menyampaiakan materi mentoring berbasis Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk
(4)      Sistem mentoring sudah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di mana setiap saat siswa bisa mengakses segala hal yang terkait dengan perencanaan, proses dan hasil mentoringnya
c.         Kegiatan Mandiri Siswa
Siswa dibimbing oleh GPAI untuk menyelesaikan tagihan, tugas kegamaan di sekolah, rumah dan masyarakat sudah berbasis computer, sistem Kegiatan Mandiri Siswa sudah berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di mana setiap saat siswa bisa mengakses segala hal yang terkait dengan perencanaan, proses dan hasil kegiatan mandirinya. upaya yang maksimal dalam pemanfaatan ICT yang harus dilakukan oleh siswa, baik dalam kegiatan Mentoring dan Kegiatan Mandiri. Dapat disimpulkan Dengan demikian, hasil kolaborasi antara sistem pembelajaran PAI dengan pendekatan baru yang inhern di dalamnya adanya pemanfaatan ICT, semuanya memberi andil yang sangat bermakna dalam mencapai hasil yang maksimal menuju terbentuknya peningkatan iman dan taqwa, semangat beribadahnya tinggi, etos kerja semakin tangguh, serta berkepribadian Islami dalam lingkup kesehariannya, serta selalu mencerminkan  pribadi yang akhlakul karimah untuk semua siswa atau peserta didik.
Alamat blog    : Firdausal-malikiblogspot.com
Nama blog      : Firdaus Al-Maliki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar